
"INNAALILLAHI WAINNAAILAIHI ROOJI'UUN"
Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya sahabat dan teman seperjuangan Abdul Fatah alias " Moket", mudah-mudahan amal ibadahnya di terima disisi Alloh swt dan segala dosa yang telah di lakukannya diampuni olehNya serta diberikan ketabahan bagi sanak saudara dan keluarga yang ditinggalkannya. Amiin
Kronologis kejadian:
Hari itu... Jum'at, 9 januari 2009 selepas sholat jum'at tepatnya di desa karangrandu sebelah timur selatan dukuh mbalong berkumpul beberapa pemuda yang hendak berenang disungai. Sebenarnya memang sudah menjadi kebiasaan banyak pemuda didesa ini yang beramai-ramai berenang di sungai saat musim penghujan tiba terutama saat air disungai sedang penuh atau banjir besar. Memang penuh resiko apalagi sudah 2 hari hujan tanpa henti di hampir seluruh wilayah jepara yang bisa dipastikan debit air sungai di karangrandu akan bertambah tinggi mengingat jalur sungai sebagai lintasan yang mengarah ke hulu, namun begitulah kebiasan para pemuda ini yang bukannya takut atau khawatir tenggelam malah merasa tertantang karena banjir.
Mereka berjumlah sekitar 6-8 pemuda yang diantaranya bernama Abdul Fatah alias "Moket" 27 tahun, berangkat bersama-sama menuju perbatasan desa karangrandu - pecangaan kulon untuk memulai start renang, dan dari situlah tragedi itu bermula. Saat itu rombongan "perenang maut" itu sedang mencari batang pohon pisang terlebih dahulu yang akan digunakan sebagai alat bantu untuk mengapung, saat semuanya sudah mendapatkan "pelampung" itu Moket belum juga memperolehnya, bahkan menurut salah satu saksi mata ada seorang pencari rumput di sekitar lokasi start itu yang sempat mengingatkan Moket untuk mengambil batang pisang didekatnya meskipun tidak terlalu besar, namun tidak dihiraukannya.
Kemudian para "perenang maut" itu menceburkan diri ke sungai dengan cara berregu 2-3 orang, tapi naas bagi Moket karena terjun ke sungai sedikit terlambat dari regunya sehingga terpisah sendiri tanpa satupun alat bantu untuk mengapung. Saat Moket sudah tidak bisa menguasai derasnya arus sungai dia sempat berteriak minta tolong kepada teman-temannya yang berada didalam sungai namun tidak ada yang mendengarnya, sampai salah satu warga yang berada di darat dan sempat melihat aksi "perenang maut" mengetahuinya lalu berteriak memberitahu yang lain untuk membantunya.
Salah satu teman Moket yaitu Masluri alias "Kebo" sempat berusaha meraih tangan Moket untuk menyelamatkannya namun apalah daya Kebo sendiri tidak sanggup untuk melawan arus sungai yang sedang ganas-ganasnya, sehingga lenyaplah tubuh Moket terseret arus banjir.
Mengetahui kejadian itu teman-temannya langsung berusaha mencari Moket tapi tidak berhasil ditemukan. Hanya beberapa menit saja berita hilangnya Moket terseret arus banjir langsung terdengar ke seluruh penduduk desa dan Petinggi desa karangrandu M. Kholif Mukafi ST. melalui perangkat-perangkatnya langsung menghimbau seluruh warga desa untuk ikut serta mencari Moket disungai. Disamping itu juga Bapak petinggi sudah memanggil tim SAR dari kabupaten Jepara untuk menyisir sungai, namun sampai menjelang maghrib belum juga diketemukan. Pencarianpun dilanjutkan sampai malam hari dengan mengerahkan para pencari ikan dimalam hari dan membuat posko tim Rescue yang bertempat di kediaman Petinggi desa Karangrandu, namun sampai fajar menyingsing hasilnya tetap nihil. Berbagai macam usaha pun dilakukan untuk mencari Moket meskipun harapan ditemukannya dalam keadaan hidup sangat tipis, mulai dari saran paranormal sampai bantuan personel tim SAR dari semarang didatangkan untuk membantu mulai Sabtu pagi sampai malam tetap tidak diketemukan.
Sampai akhirnya....Minggu, 11 januari 2009 pukul 5.30 pagi tersiar kabar bahwa telah ditemukan sosok mayat pemuda di desa Kedung oleh pemulung yang sedang mencari sampah banjir. Setelah disurvey dan di cek kebenarannya oleh Bapak petinggi Karangrandu, tim SAR dan keluarga korban maka berakhirlah misi pencarian Moket yang di mulai sejak Jum'at siang sampai Minggu pagi dalam keadaan tidak bernyawa dan memprihatinkan.
Mudah-mudahan setelah tragedi itu dapat menjadikan pelajaran bagi warga desa Karangrandu pada khususnya untuk tidak sembrono lagi bermain atau berenang saat banjir besar tiba.
Turut Berbela Sungkawa,
G_mboer
Kronologis kejadian:
Hari itu... Jum'at, 9 januari 2009 selepas sholat jum'at tepatnya di desa karangrandu sebelah timur selatan dukuh mbalong berkumpul beberapa pemuda yang hendak berenang disungai. Sebenarnya memang sudah menjadi kebiasaan banyak pemuda didesa ini yang beramai-ramai berenang di sungai saat musim penghujan tiba terutama saat air disungai sedang penuh atau banjir besar. Memang penuh resiko apalagi sudah 2 hari hujan tanpa henti di hampir seluruh wilayah jepara yang bisa dipastikan debit air sungai di karangrandu akan bertambah tinggi mengingat jalur sungai sebagai lintasan yang mengarah ke hulu, namun begitulah kebiasan para pemuda ini yang bukannya takut atau khawatir tenggelam malah merasa tertantang karena banjir.
Mereka berjumlah sekitar 6-8 pemuda yang diantaranya bernama Abdul Fatah alias "Moket" 27 tahun, berangkat bersama-sama menuju perbatasan desa karangrandu - pecangaan kulon untuk memulai start renang, dan dari situlah tragedi itu bermula. Saat itu rombongan "perenang maut" itu sedang mencari batang pohon pisang terlebih dahulu yang akan digunakan sebagai alat bantu untuk mengapung, saat semuanya sudah mendapatkan "pelampung" itu Moket belum juga memperolehnya, bahkan menurut salah satu saksi mata ada seorang pencari rumput di sekitar lokasi start itu yang sempat mengingatkan Moket untuk mengambil batang pisang didekatnya meskipun tidak terlalu besar, namun tidak dihiraukannya.
Kemudian para "perenang maut" itu menceburkan diri ke sungai dengan cara berregu 2-3 orang, tapi naas bagi Moket karena terjun ke sungai sedikit terlambat dari regunya sehingga terpisah sendiri tanpa satupun alat bantu untuk mengapung. Saat Moket sudah tidak bisa menguasai derasnya arus sungai dia sempat berteriak minta tolong kepada teman-temannya yang berada didalam sungai namun tidak ada yang mendengarnya, sampai salah satu warga yang berada di darat dan sempat melihat aksi "perenang maut" mengetahuinya lalu berteriak memberitahu yang lain untuk membantunya.
Salah satu teman Moket yaitu Masluri alias "Kebo" sempat berusaha meraih tangan Moket untuk menyelamatkannya namun apalah daya Kebo sendiri tidak sanggup untuk melawan arus sungai yang sedang ganas-ganasnya, sehingga lenyaplah tubuh Moket terseret arus banjir.
Mengetahui kejadian itu teman-temannya langsung berusaha mencari Moket tapi tidak berhasil ditemukan. Hanya beberapa menit saja berita hilangnya Moket terseret arus banjir langsung terdengar ke seluruh penduduk desa dan Petinggi desa karangrandu M. Kholif Mukafi ST. melalui perangkat-perangkatnya langsung menghimbau seluruh warga desa untuk ikut serta mencari Moket disungai. Disamping itu juga Bapak petinggi sudah memanggil tim SAR dari kabupaten Jepara untuk menyisir sungai, namun sampai menjelang maghrib belum juga diketemukan. Pencarianpun dilanjutkan sampai malam hari dengan mengerahkan para pencari ikan dimalam hari dan membuat posko tim Rescue yang bertempat di kediaman Petinggi desa Karangrandu, namun sampai fajar menyingsing hasilnya tetap nihil. Berbagai macam usaha pun dilakukan untuk mencari Moket meskipun harapan ditemukannya dalam keadaan hidup sangat tipis, mulai dari saran paranormal sampai bantuan personel tim SAR dari semarang didatangkan untuk membantu mulai Sabtu pagi sampai malam tetap tidak diketemukan.
Sampai akhirnya....Minggu, 11 januari 2009 pukul 5.30 pagi tersiar kabar bahwa telah ditemukan sosok mayat pemuda di desa Kedung oleh pemulung yang sedang mencari sampah banjir. Setelah disurvey dan di cek kebenarannya oleh Bapak petinggi Karangrandu, tim SAR dan keluarga korban maka berakhirlah misi pencarian Moket yang di mulai sejak Jum'at siang sampai Minggu pagi dalam keadaan tidak bernyawa dan memprihatinkan.
Mudah-mudahan setelah tragedi itu dapat menjadikan pelajaran bagi warga desa Karangrandu pada khususnya untuk tidak sembrono lagi bermain atau berenang saat banjir besar tiba.
Turut Berbela Sungkawa,
G_mboer

Tidak ada komentar:
Posting Komentar